Sunday, July 25, 2010

Perempuan Berbisik 75: PEREMPUAN adalah CINTA

*by RinnyS*
*** *** ***
PEREMPUAN...

Bukan laki-laki...
Jadi, jangan pernah berusaha jadi laki-laki...

Bukan dewa api...
Jadi, jangan pernah membara berapi-api...

Bukan halilintar...
Jadi, jangan pernah bergemuruh membakar-bakar...

Bukan alas kaki...
Jadi, jangan pernah berdiam jika digagahi...

Bukan obyek seksual...
Jadi, berperanlah selalu sebagai subyek seksual...

Bukan hanya wanita...
Jadi, selain utama wujudkan diri senantiasa terutama...

PEREMPUAN...

Adalah penolong...
Tanpanya banyak yang melolong...

Adalah kekuatan...
Yang menimbang pikir, rasa dan perbuatan...

Adalah keselarasan...
Pemilik air, makanan dan kehidupan...

Adalah jiwa kehidupan...
Dalam nafasnya tersimpan niat nan menawan...

Adalah kristal gelas...
Mengasihi, mengasah, mengasuh, tiada berbatas...

Adalah ruang dan waktu...
Senantiasa semerbak dalam pesona dan mahkota ratu...

Adalah cahaya...
Yang dalam berkas-berkasnya memancar cinta...

Terimakasih Tuhan, KAU jadikan perempuan tonggak dan pondasi kehidupan manusia...
Yang tak lekang oleh apapun, bahkan gempuran isu gender yang tiada habis-habisnya...

Dengan penuh CINTA kasih, kepada seluruh perempuan yang penuh CINTA kasih...
(24Jul10)

___________
RS @ OwnBlog http://perempuan-berbisik.blogspot.com/

Thursday, July 8, 2010

Perempuan Berbisik 74: Indahnya Kepak Flamingo

*by RinnyS*
*** *** ***

Oh hay yay yay... cantik nian kepak Flamingo melalui tubuh-tubuh Xavi, Puyol, Villa, dan lain-lain, bahkan Torres dan Silva yang baru muncul setelah menit ke 80.

Meski Podolski, Klose, Boateng, dan anggota tim Panzer lainnya, tetap berkeringat dan menawan, namun mereka tak kuat menahan sihir tarian Espana yang cantiiiiikkk...

Sudah kusebarkan sebelumnya di beberapa ruang obrol: "hatiku dukung Spanyol, pikiranku dukung German"... Hatiku lebih bergetar, ternyata. Apalagi saat terpuaskan tontonan indah dari balutan seragam merah di lapangan. Match semifinal yang menghibuuurrrrr.

Sebagai sesama komentator sok tahu, terpaksa tak segan kukutip teriakan saudaraku: "skill individu tiap pemain Spanyol teknik tinggi!"

Kembali ke hatiku. Bisiknya bilang: "mereka menari bersama alam... tiada yang ditentang selain mengikuti irama musik alam dengan liuk-liuk tubuh mereka... bahkan jabulani menempel kuat meski ujung sepatu saja yang menyentuh... bahkan vuvuzela yang melebah seolah-olah mengalahkan voodoo"...

Hatiku bilang bisik-bisik: "menarilah senantiasa bersama alam, dalam serahmu pada Sang Empunya...".

Ck ck ck... Flamingo berkepak indah bersama tarian alam... meriangkan hatiku... thank you tim Spanyol...

Deeper in love with soccer, because of my Samba team, and you... Flamingo... (Even not mine :-))

*lagi-lagi ini aku, komentator sok tahu, penonton paling berisik, yang selalu terpesona pada football dance, bahkan ikutan menari di kursi goyang...ha ha ha ha ha...*

___________
RS @ OwnBlog http://perempuan-berbisik.blogspot.com/

Tuesday, July 6, 2010

Perempuan Berbisik 73: Samba Tetap Cantik :-)

*by RinnyS*
*** *** ***

Meski harus pulang sebelum final, tim Brazil tetap saya puji.
Meski tiada Samba kasat mata yang saya tunggu-tunggu selalu, namun soul mereka menari di laga tetap bisa saya rasakan.

Menurut hati saya, ada tarian indah dalam jiwa Kaka, Lucio, Robinho, dan yang lainnya. Meski di paruh waktu kedua menghadapi Netherlands yang tiba-tiba mengubah gaya kembali ke Total Football, tim Samba tetap punya tarian. Lebih gemulai, memang. Seolah-olah mencoba kembali pada gaya asal seperti yang diperbuat lawannya, tapi agak lupa pada hitungan-hitungan step; berapa ke depan berapa ke belakang, step ke berapa berputar, dan seterusnya. Hingga keselarasan teknik dan soul Samba belum cukup waktu untuk mereka capai (saat itu).

Tak apalah. Dunga memang mengubah strategi, tapi tak mampu mengubah jiwa. Sehingga tampaknya ada semacam internal conflict, antara mind dan soul pemain. Strategi Dunga menyasar goal untuk harus menang, menguasai tataran mind, mempermainkan "keinginan" (wanting) mereka begitu kuatnya. Sementara "kebutuhan" (needs) mereka pada keindahan Samba yang menempati ruang soul, sulit dibenamkan dalam-dalam tanpa menuntut pemenuhan. Yang terakhir itu yang tetap dapat saya rasakan. Thanks God, syukurlah masih tersisa jiwanya.

Jadi, bagi saya, tim Samba tetap tim Samba, tetap cantik dan punya jiwa.
Lebih dari cukup mengisi sisi indah tontonan, kecuali bagian yang terlalu gemulai di akhir :-D

*sekadar catatan occasional dari saya: penonton yang berisik, pengamat amatiran (banget), yang amat sok tahu... teriak-teriak dan menari-nari waktu nobar... ha ha ha ha... norbangs (noraks bangets deee...)*

___________

RS @ OwnBlog http://perempuan-berbisik.blogspot.com/