Allow Our Spirit To Speak, Prophesy, and Act Through Our Soul, Heart, Mind, Body....... "The Human Spirit is The SPIRIT of CREATOR"
Monday, June 25, 2012
#148 - Lokakarya: Peningkatan Komunikasi Politik ::Peran Perempuan Dalam PEMILU Parlemen, Politik & Masyarakat:: The Hills Hotel, Bukittinggi - Sumatera Barat. 21-23 Juni 2012
Kembali, Konrad Adenauer Stiftung (KAS) menyelenggarakan Lokakarya/Workshop Peran Perempuan Dalam Pemilu Parlemen, Politik & Masyarakat, dengan Thema: Peningkatan Komunikasi Politik. Dalam penyelenggaraan kali ini, KAS bekerjasama dengan mitra lokal Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Sumatera Barat, yang diketuai Ibu Hj Emma Yohanna, juga masih menjabat anggota DPD-RI.
Tim workshop, yakni saya sendiri (Rinny Soegiyoharto) sebagai koordinator program perempuan KAS, Ibu Prof Johana E Prawitasari, Psikolog (Fasilitator), Bapak Roy Tindage (Fasilitator), Ibu Lia (KAS), Ibu Yasni (KAS), Ibu Tika (SETNEG), Bapak Jimmie (Asisten Fasilitator), bertolak dari Jakarta pada Rabu, 20 Juni 2012, menuju Padang, kemudian melanjutkan perjalanan darat ke kota Bukittinggi nan elok.
Sesuai jadwal yang telah disusun, lokakarya terselenggara dengan lancar & tuntas, yang dimulai pada Kamis, 21 Juni 2012 pagi, berakhir Sabtu, 23 Juni 2012 siang.
Partisipan terdiri atas 20 (duapuluh) perempuan aktivis politik di Sumatera Barat, datang dari berbagai partai politik, anggota DPRD Provinsi, akademisi & juga isteri Walikota Bukittinggi. Seluruhnya terlibat aktif dalam rangkaian program dari awal hingga akhir. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa partisipan memperoleh pemenuhan kebutuhan yang terakomodir oleh sesi-sesi dalam program ini. Lebih dari itu, partisipan akan menjadi agen bagi organisasi/partai/lembaga masing-masing, sebagai penguatan peran perempuan dalam politik, khususnya menyambut Pemilu Parlemen pada 2014 mendatang.
Selain Ibu Hj Emma Yohanna, dalam program ini tim KPPI Sumbar dikelola dengan cantik sebagai wujud kerjasama yang baik, oleh Ibu Febri dan Ibu Alif (Pelaksana Lapangan).
Terimakasih atas kerjasama yang baik.
Kiranya program ini sungguh memperkuat posisi dan peran perempuan dalam politik & masyarakat di Indonesia.
Hidup Perempuan Indonesia!
Maju terus dalam memperjuangkan kesetaraan gender di negeri ini, sebagai bagian dari karakteristik negara demokrasi.
Indonesia maju terus!
•••
®egards,
Rinny Soegiyoharto
«
«
Friday, June 15, 2012
#147 - S•E•M•U•T
Photo by RB PhotoArt. Model: RS ;-) :þ
Pada suatu waktu,
Aku berbisik kepada komandan semut,
Ia sedang sibuk membimbing rakyat yang berbaris di belakangnya.
"Kommut (komandan semut), apa yang menekanmu hingga terus berteriak-teriak? Rakyat yang berbaris tidak akan menyimpang, kecuali gangguan datang dari luar barisan."
Sang komandan bersedia menjawab, meskipun sambil lalu. Ia tetap berteriak-teriak pada rakyatnya, "ikuti jejakkuuuu! Perhatikan jalan! Kuatkan dirimu!"
Seraya membisikkan jawabannya kepadaku,
"Saat ada yang menyimpang karena hasutan, godaan, ataupun gangguan, itu adalah urusan mereka masing-masing. Tapi selama mereka masih berbaris di belakangku aku bertanggung jawab mengingatkan, membina, menuntun, fokus pada tujuan koloni bersama-sama."
Masygul, aku bertanya lagi,
"Jadi, kau tidak peduli jika mereka menyimpang & berada dalam masalah?"
Ia menukas cepat dengan tegas & keras,
"Tentu saja aku selalu peduli! Bahkan jika mungkin, 'kan 'kuserahkan nyawaku untuk menyelamatkan mereka. Namun bagaimana dengan rakyat yang masih berbaris, patuh, tekun, bersemangat, bekerjasama dengan baik, memikul tanggung jawab bersama-sama, berbaris rapi tetap teguh mengikuti aturan, peraturan & undang-undang kami? Haruskah aku meninggalkan barisan ini demi menyelamatkan segelintir yang bermasalah karena menyimpang atau sebab lain? Kurasa aku tidak akan melakukannya! Hidup & matiku adalah terus membimbing, mengantar rakyatku yang setia. Tugasku lah memimpin mereka. Tanggung jawabku lah melindungi mereka dari bahaya. Jadi salahku juga apabila ada yang masuk dalam bahaya karena ulah oknum di luar barisan.
Maka, biarlah suaraku habis berteriak terus dengan lantang, asalkan mereka tetap bertahan aman dalam barisan."
Lalu komandan semut itu pun kembali berteriak-teriak menata rakyatnya. Memberi contoh, memotivasi, menjaga, melindungi, memperjuangkan nasib mereka. Ia adalah pemimpin bangsanya.
Aku manggut-manggut saja. Khayalan ini tampak nyata, kendati.......bahasa semut itu seperti apa ya?
He he he...
Salam bangsa!
•••
®egards,
Rinny Soegiyoharto
«
«