Sungguh lebai, berharap tangan ini bisa menahirkan apapun dan siapapun yang dipindai.
Berharap sentuhannya mampu memerdekakan rasa sakit, penat dan resah, pintanya.
Sungguh lebai, tapi ia sering alpa berpaut khusuk, memohon kelebaiannya menjelma pengharapan yang diimani.
Menatapnya, menggelegakkan rasa syukur yang perlahan naik; sebentar,
Lalu berhenti lemas seolah-olah kehabisan avtur di udara pengap yang menyedotnya dan terperangkap di kumparan.
Terkadang otak dipenuhi sel kelabu yang norak;
Namun tak jarang sel-sel itu cuma barang mati yang mengantre pojok limbah.
Aahh! Biarkan kelebayan ini naik panggung, karena hanya dengan itu ia mengundang pengharapan yang sekedip oase.
Jakarta, 6 Juni 2018, 01:16.
Judul: tanganku biarlah lebai
/NNC Community/
