Jika perusahaan kosmetik yang menyoal topik warna, maka rasanya tak kan jauh-jauh dari tren warna bedak, perona mata, perona pipi, pelentik bulu mata, dan riasan lainnya yang masih identik juga dengan perempuan.
Desainer mungkin akan bicara soal warna-warna busana yang mendominasi tren tahun ini, atau kecenderungan serat cita (baca: kain/bahan pakaian), hingga tren aksesori pelengkap busana, termasuk alas kaki. Sebagian masih identik dengan perempuan.
Aura politik negeri ini terkait "the election", selain warna-warni parpol yang luar biasa ragamnya, juga tak kalah menarik warna suara perempuan yang mencuat di panggung politik. Tentu bukan hanya caleg perempuan yang tampaknya cukup (cukup saja, dibandingkan musim pemilu sebelumnya) meningkat dalam jumlah pada setiap parpol, tetapi juga pekampanye di panggung on air, layar kaca, media cetak, dan sebagainya, yang antara lain diperani artis-artis cantik.
Sebagai pengamat kehidupan, saya melihat warna 2009 dari sisi yang lain. Seperti biasa saya mengambil sample kecil sekali. Tentu saja tetap dengan subyek perempuan. Saat saya sedang di sebuah kota, di ujung timur Indonesia. Saya menangkap warna merah dengan berbagai gradasi atau nuansa, pada beberapa anggota tubuh perempuan di tempat itu. Sebenarnya kurang tepat jika saya katakan warna 2009, namun karena saya berbicara di tahun 2009 maka tidak salah juga menggunakan angka tahun, katakanlah sebagai kode.
Ada warna merah kejingga-jinggaan di rongga mulut beberapa perempuan yang saya tatap. Warna yang mencerahkan gigi, gusi, bibir, dan seputarnya, tercipta oleh pinang, sirih dan kapur yang dikunyah-kunyah. Memang cerah benar warnanya, maka saya coba ambil sumber pewarna tersebut, lalu dengan (harus) berani saya warnai mulut saya dengannya. Tetapi... aaahhh bukannya merah jingga yang saya dapatkan, malah keriput wajah dan sentakan getir yang menghentikan kegiatan saya itu, tak dapat saya lanjutkan lagi. Aktivitas itu saya hentikan sebelum memulai, alhasil saya tidak bisa memiliki warna mulut seperti perempuan-perempuan itu. Ternyata perlu keterampilan khusus, rasa kecanduan dan kebiasaan. Wah.
Nuansa merah lainnya, terdapat di atas panggangan. Beberapa perempuan membolak-balik ikan segar ekor kuning yang daging serta kulitnya berwarna merah kehitaman. Kalau merah yang ini, sungguh luar biasa, nikmaaaattt dan sedap, dicocol dengan sambal merah kecoklatan... tak terasa nasi 2 porsi terpaksa harus saya relakan masuk ke perut saya bersama si merah-hitam ikan ekor kuning panggang. Ikan segar yang hanya mati satu kali sebelum disantap. Tanta-tanta yang memanggangnya tertawa senang memperlihatkan kemerahan rongga mulutnya saat saya menyantap ikan laut nikmat tersebut.
Ada lagi merah yang lain, yakni merah muda, sangat muda yang kontras dengan warna di sebaliknya. Yakni pada telapak kaki seorang perempuan papua yang tengah berjalan dengan cepat sekali sambil bertelanjang kaki. Bukan merah mudanya telapak kaki yang menjadi fokus utama saya, namun warna-warna lain yang terkumpul pada perempuan itu. Warna pertama dan utama, adalah siratan kekuatan fisiknya, otot-otot tubuh yang tampak kencang, raut wajah yang tegas dengan tujuan yang hendak dicapainya. Di atas kepala berambut sangat ikal itu, ia menjunjung noken merah kecoklatan, sarat bermuatan beragam sayur. Tangannya yang kuat menjinjing sebuah buntalan di kirinya, dan.... sepasang sandal karet merah di kanannya... Lho? Tapi dia bertelanjang kaki lho, dia punya sandal karet lho, ck ck ck...
Perempuan itu tidak takut pada jalanan yang panas, kerikil yang menyentuh telapak merah mudanya. Juga tidak takut pada beban berat yang menggayuti kepalanya, tiada khawatir pada lalu-lalang kendaraan yang menyertainya... Ia hanya sedikit khawatir pada sandal karetnya yang merah dan dijinjing... khawatir apabila sandal itu terpasang di kaki-kaki kuat itu, maka ia akan tergelincir dan tak dapat berjalan secepat itu... Saya melambaikan tangan padanya, ia tersenyum lebar memamerkn deretan gigi putih kemerah-merahan. Senyum yang terlihat dan terasa sangat tulus, disertai doa yang tulus: Tuhan berkati...
Saya merenung. Betapa cantiknya warna merah dengan berbagai nuansa itu dalam senyuman tulus dan hati yang bersih. Betapa indahnya warna 2009 apabila semua orang berhati tulus sepeti itu... amin.
RS
No comments:
Post a Comment