Friday, May 27, 2011

VoaF#94 - JUS BUAH

*by RinnyS*
*** *** ***

Beberapa bulan lalu yang jualan jus (juice) aneka buah di sekitar rumah saya cukup banyak. Dengan gerobag, pamflet, daftar menu, peralatan jus, gelas-gelas plastik, mereka menempel di depan minimarket waralaba yang menjamur saat ini.

Tidak sering, tapi saya senang membeli jus di lapak seperti itu. Praktis. Buahnya aneka macam tinggal pilih, bahkan bisa dicampur sesuka kita. Harga juga relatif murah. Dan lebih-lebih, saya ngga perlu repot dengan peralatan elektronik seperti kalau membuatnya sendiri. He he he....

Sayangnya, saat ini hanya tinggal satu penjual jus buah bergerobag yang masih bertahan. Bukan itu saja, dia memang tempat favorit saya. Pelanggannya berjubel, laris-manis sampai antre-antre. Sedangkan lapak lainnya sudah menghilang. Ngga laku, tampaknya.

Penjual yang survive ini, memang hebat. Padahal tidak banyak tuntutan bagi seorang atau sekelompok penjual jus buah dengan gerobag. Atau, standar kompetensinya ngga tinggi-tinggi amat. Tapi yang satu dan bertahan ini bisa dikategorikan 'outstanding'.

Dia terlihat biasa. Tapi service level-nya jempol. Antrean pelanggan sepanjang apapun tetap dilayani dengan cepat dan kualitas hasil terkontrol.
Indikatornya?
Jenis buah yang lebih awet, sudah dipotong-potong, misalnya mangga, strawberry. Sirsak sudah disuir-suir. Semua tinggal diciduk pakai sendok berukuran standar tertentu. Pembersihan alat jus juga dengan teknik khusus. Cara yang sangat mempercepat prosedur.

Jika buah yang diinginkan pelanggan sedang tidak tersedia, dia memberikan respons jenaka yang akhirnya membuat pelanggan mau memilih jenis buah lain.

Niiihhh... Misalnya, waktu pelanggan bertanya,
"Mas, sirsak ada?"
Jawab penjual, "Sekarang sirsak sedang kritiiiisss. Besok ya kalau tidak kritis lagi saya kabari lewat email."
Ha ha ha ha ha...
___________
RS @ OwnBlog http://suara-hati-rinny.blogspot.com/

No comments:

Post a Comment