Friday, August 12, 2011

#111 - Dia, aku, kamu...kita

by RinnySoegiyoharto

Petang terasa dekat
Menjauh ketika pagi
Tegang meraba pekat
Menabuh cerita hati

Wajah itu mengikuti
Di depan di belakang
Di samping kiri kanan

Tiada bayang-bayang
Sebab ada terasa ada
Tak terlihat sungguh tidak
Tapi ada pasti ada

Gelantung lepas satu lepas
Dua lepas tiga lepas
Sampai seribu pun lepas
Bahkan sejuta bisa lepas

Tapi rasa tetap ada
Merasuk lembut halus
Berjumlah sama tak kurang

Melalui tiap pori
Melewati tiap lubang
Menyusuri jalan tiada balik

Boleh untukmu,
Memang untukmu,
Selalu untukmu,

Ambillah
Karena sudah kuberi
tak kuminta kau bayar
Ambillah
Cuma-cuma

Dia tidak minta kubayar
Di depan di belakang
Di samping kiri kanan

Segala arah ada
Penjuru angin tak cukup
Belum sempat diberi nama

Dia sudah lama berdiri
Lama sebelum kutahu
Lebih lama tanpa kutahu

Bersinar tak silaukan
Berkata lembut
Menatap damai
Mengecup dalam
Bukan gairah akar
Tidak seperti kita

Tapi karena kita, kita
Dia,
Dia
Kita, kita
Dan kita tak jadi
Dia,
Tak akan,

Dia jadikan kita
Karena kita, kita
Dia,
Dia
Cuma karena cinta
Dia cinta terlalu amat

Keriput bergaris-garis
Berkerut di sudut-sudut
Telah diciduk habis keluar
Hingga tak sanggup lagi

Terkuras
Semua sudah basah
Lalu kering lagi
Tak cukup tak pernah

Keperihanku karena kamu
Terlalu kecil,
Kecil sungguh kecil
Dia perih karena aku
Dia perih karena kamu

Perih karena kita, kita
Dia tak teriak seperti kita
Kita, kita
Dia,
Dia
Karena kita

Rasa kita ada
Mungkin kamu hilang
Aku tidak
Dia selalu, tak kurang
Bahkan tambah, dan makin

Sejadi-jadinya kumenangis
Sejauh-jauhnya jatuhku simpuh
Sebab tak tahan aku
Dia terlalu perih
Dan terlalu cinta

Dia, kamu, aku,
Kita, kita
Dia,
Dia

12-08-2011 :: 02:00am

»
best regards,
Rinny Soegiyoharto
«

No comments:

Post a Comment