by Rinny Soegiyoharto
(Inspiring by the poem of MiR)
Kreativitas...
Kreatif...
Diawali dari rasa, bertransformasi & menyatu di dalam jiwa, memicu proses kognitif. Terjadi pemrosesan yang kompleks, suatu pengolahan yang melibatkan seluruh aspek psikologis manusia.
Hasil pemrosesan tersebut kemudian berbuah konkret dalam berbagai bentuk, diantaranya puisi.
Apabila satu kata menggambarkan sebuah keadaan secara langsung. Dua kata melukiskan kedalaman & personifikasi, memetakan unsur tak kasat mata, yakni rasa (ketika sedang dalam pengolahan).
Misalnya "cinta tak bermata" me-replace "cinta itu buta", namun maknanya telah bertransformasi di luar batasan-batasan pengertian langsung dari kata-kata itu.
Penulis yang kreatif. Karena ia membiarkan "rasa" mengambil alih seluruh jiwanya dengan tetap mengendalikan proses berpikir. Kendati dalam kondisi fisik & emosi yang ditawan oleh suatu "kesakitan" teramat sangat.
Benar kata Victor Frankl (Pelopor Psikoanalis-Humanism, yang menjadi salah satu rujukan utama lahirnya Transpersonal), bahwa tak ada seorang pun yang dapat mengatur & mengendalikan pikiran orang lain. Sekuat apapun tekanan yang dilakukan orang lain terhadap kita, orang tersebut tak kan mampu membendung pikiran-pikiran kita.
Tulisan ini pun transformasi rasa. Namun tetap terkendali untuk tidak meng-eksplisitkan ungkapan-ungkapan. Karena........ --auto-sensor--
Ciyus miyapah? Mieeeeyu ;-)
best regards & many wishes,
•Rinny Soegiyoharto•®
@RinnyLaPrincesa
No comments:
Post a Comment