by Rinny Soegiyoharto
Keindahannya tampak setelah melalui proses yang panjang, dan menyakitkan.
Metamorfosa tak terpisahkan dari kehidupannya.
Ulat dan kepompong adalah masa-masa penantian, yang mungkin menyakitkan, memurukkan, seolah-olah kehidupan segera 'kan berlalu,
namun mereka sangat berarti.
Tanpa proses itu, kecerahan jingga pada selaput tipis kepaknya, tak 'kan seperti saat ini.
Bila waktuku tiba, aku 'kan meninggalkan seluruh proses terjal, yang terkadang tak mampu kubayangkan...
Tapi itu semua 'kan berlalu... Sukacita dan keindahan menyapa dalam misterinya...
Tak seorang pun tahu...
Ia sedang terbang anggun di taman depan rumah, taman yang dipenuhi beragam pohon, bunga, buah...
Ketika aku berbisik padanya, "Kupu-kupu jingga nan cantik, hinggaplah sejenak, mari bercengkerama dengan lensaku..."
Ia berpose dengan rela, bahkan ekspresif...
Meski tak sebagus yang dihasilkan orang-orang lain yang sudah lebih berpengalaman,
tapi aku bangga dan bahagia dengan hasilku sendiri...
-sela-
Terimakasih,
Kau benar, sekali lagi kau benar.
Seperti jawabmu saat kisahku mengalir, saat pedihku merasuki empatimu,
kau tak memaksa, kau mendengarkan dengan penuh perhatian,
kau mengangguk empati teramat dalam,
sampai-sampai aku malu telah mengganggumu dengan kisahku, tapi kutahu kau tetap di sana untuk terus mendengarkanku,
juga sebaliknya...
Aku akan berkisah lebih banyak lagi,
Maafkan aku tak mendengarkanmu saat itu. Tapi aku yakin (sebagaimana juga aku), kita tetap berpegang pada koridor profesi kita.
Tetaplah seperti itu untukku...
--------------------
best regards,
Rinny Soegiyoharto
Mobile Simpati
Mobile XL
e-mail
====================
best regards,
Rinny Soegiyoharto
Mobile Simpati
Mobile XL
====================

No comments:
Post a Comment