Maukah Hujan Menjadi Telinga Bagi Hati?
#apoem
Hujan terlalu singkat untuk menghapus gerah dan kering,
Tak sampai airnya menitik di pelupuk bersama derai yang tak terbendung,
Ia mengikuti desau angin yang berputar-putar menyesatkan,
Serupa gerombolan lebah mengekor sang ratu yang belum hendak pulang...
Tak kan kuambil peneduh di sepanjang jalanku,
Bisakah hujan mengirim curahnya agar tenteram benakku?
Bisakah ia mengolah rasa yang kuharap menjadi cermin bagi rasaku?
Agar tak memerah padam rahangku menahan malu yang terlalu marah...
Andai pena dan tinta tak luntur di lembar-lembar buku,
Dan hujan cerdas menangkap kalimat-kalimat berkias di siang terik,
Ada harapan dalam kesunyian yang tampak seperti lorong panjang,
Karena pelita yang berpendar kan memberi hangat di dinding-dinding beku.
#12052020_rs



