Terkait hari lahir Kartini, mengingatkan rasa penasaran saya yang hingga kini belum terjawab.
Sekitar 1973-1975, berkisar tahun-tahun itu pada musim Kartini-an di bulan April (entah yang mana dari kisaran tahun-tahun tersebut). Waktu itu saya masih sangat kecil, saya tinggal di kabupaten Poso Sulawesi Tengah, dan pada masa-masa tersebut saya kerap mengikuti lomba deklamasi ataupun pembacaan puisi.
Ada sebuah puisi yang hingga saat ini masih saya hafal, kendati puluhan tahun lewat sudah. Puisi yang dideklamasikan anak 5 atau 6 tahunan ini (waktu itu), yang dihayati mendalam hingga dapat membayangkan sosok Kartini sang tokoh sentral di puisi tersebut.
Masalah utamanya, saya sama sekali tidak ingat penulis ataupun pengarang puisi sederhana nan sarat makna itu.
Adakah yang tahu dan dapat membantu saya?
Ini dia penggalan syair BUNDA...
Liku-liku jalan joang,
penuh onak duri...
Bunda saingi sayang,
Gelap pekat cuaca,
Bunda terangi cita...
Rantai usang adat ketat,
Bunda urai, hikmat,
walau makan enerji,
tanggung jawab tersendiri...
Payah menyelubung hasrat,
niat kukuh menyengat,
'narik wanita dari lumpur,
buta ilmu,
ditindas takabur...
Kini...
Luas jalan terang...
bebas terbentang...
'tuk wanita segala lapisan,
'ngejar kemajuan.
Salam kasih, hormat dan takzim kepada Sang Pengarang yang belum juga kuketahui...
RS @ RS own blog "Whisper of Woman"
___________________________________
No comments:
Post a Comment