Kepala gue mau meledak rasanya, bukan karena masalah-masalah yang emang dan pasti setiap hari ada aja, namanya juga orang hidup, di dunia fana lagi 'kan, ya ngga. Penuhnya otak gue tuh gara-gara ide, datang aja gitu, ngga dicari-cari. Kalau mau yang enak aja, bisa sih sebenernya. Mikirin aja tuh ide-ide, sebanyak-banyaknya, bayangin aja seolah-olah udah terjadi, selesai. Mimpi tinggal mimpi deh. Meski cara itu ngga salah juga merujuk teori transpersonal yang gue tau dikit-dikit. Bahwa imajinasi yang nyata diikuti teknik visualisasi terhadap hasil akhir dari suatu proses, lalu lupakan sudah, tinggal tunggu apa yang akan terjadi. Fine. Tapi gue belum merasa selesai untuk ide-ide yang banjir ini. Jadi cara itu belum sepenuhnya kena untuk saat ini. Fine juga lah.
Masalahnya sekarang, gue ngga bisa berhenti di wilayah ide yang berputar-putar ini aja. Apa mau dikata, gue maksa bikin rapat dengan kolega-kolega. Ngga perlu ngumpul, ngalor-ngidul, lagian kolega-kolega yang gue libatin dalam ide-ide ini saling ngga nyambung, hanya gue yang bisa menjahitnya jadi nyambung, karena ide-ide ini kan banjirnya di otak gue. Meski begitu, gue ngga sayang buat ngebagi-bagiin ide gue ke kolega-kolega, tentu yang gue pilih dari daftar terdekat, biar lebih gampang aja transferin ide-ide itu.
Berjalan deh rapat-rapat gue. Semua yang ada dalam daftar langsung gue undang ke rapat, meski masih banyak juga sih yang ingin gue masukin ke daftar anggota rapat, tapi entar aja, dipending buat tahap berikut. Rapat pertama, mulus. Kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Mulus. Ide gue udah terbagi-bagi ke semua, dan bisa dipahami. Gue dapat banyak masukan yang berarti dan berharga tentu dong. Jangan salah, rapat-rapat gue ngga mesti ngumpul kok, boros ongkos transport, kudapan, belum lagi musti dandan sebelum berangkat. Jadi cukup via media elektronik, wesewesewes... Praktis, ekonomis, banyak hasil. Terimakasih lho, Tuhan, karena dalam semuanya itu kan gue pasti ngundang Elu, ya kan God? Siiipp, jawaban Tuhan ramah banget... (meski ngga ramah pun ngga papa, karena Dia kan Tuhan Yang Maha Tahu yang paling baik, dan gue semata-mata berserah penuh pada kehendakNYA ajeee).
Akhirnya... the very important thing... eksekusinya dong. Ide banyak, rapat udah, kalo ngga dijalanin gimana bisa tuntas. Teori-teori action plan banyak banget boookk, mikirin teori malah bisa bikin teori baru pula nanti, jadi jalan pintasnya tailor made aja deh. Besok mulai dibedah, satu per satu, waktu tinggal diatur; gue mengikuti waktu dan waktu mengikuti gue, win-win kan. Target? Hhhmmm ide-ide gue yang sudah terbagi-bagi, sudah dirapatin, sudah dapat masukan untuk pengembangan, sudah ini, sudah itu pula, itulah target. Dan teori visualisasi boleh berlangsung deh sekarang, sambil membedah dan berjalan di rel yang tepat. Optimalisasi kekuatan pikiran, plus action yang selaras, tunggu dan lihat... apa yang terjadi?
RS__curhat di blog sendiri__
_______________________________
No comments:
Post a Comment