***
Sebelum menguap, sebaiknya diabadikan dulu, meski hanya berupa catatan singkat...
***
Minggu, 14 Februari 2010 ini, unik dan cukup istimewa.
Ada 2 (dua) perayaan yang bersamaan & bermakna bagi sebagian besar manusia di dunia. Setidaknya mengalirkan banyak ungkapan selamat D.U.DU (dari - untuk - dengan ucapan *jadul mode on banget gue yakss, hihihi...*)
Imlek atau Sincia atau tahun baru China, salah satunya. Masih tetap ditandai hujan, warna merah, Barongsai & angpao atau hungpao. Memasuki tahun Macan 2561 ini, stasiun-stasiun televisi swasta di Indonesia juga turut meriah dengan program "Gong Xi Fa Cai..."
Sejarah bangsa Indonesia mencatat: tokoh pluralisme, Gusdur (Alm Bapak Kiai Haji Abdurrahman Wahid, Presiden ke-4 RI), paling berjasa memberikan keleluasaan bagi masyarakat keturunan Tionghoa merayakan tahun baru Imlek secara terbuka. Apa nyana, Tuhan jauh lebih mencintai beliau sehingga memanggilnya pulang di penghujung 2009.
Tidak banyak yang saya ketahui tentang Imlek, selain hati berbunga-bunga sumringah dengan geletar bahagia kawan-kawan yang merayakannya. Termasuk kena ciprat kueh ranjang yang selalu nikmat, harum, legit dan tahan lama. Yummy!!!
Ada yang ingin betul saya dengar dengan berbagai versi, yakni cerita-cerita klasik di balik sejarah lahirnya tahun China yang sudah berbilang 2561. Wow! Lebih tua dari tahun Masehi.
Perayaan lainnya, Valentine's Day, atau disebut-sebut sebagai hari kasih sayang.
Saya mengetahui pertama kali tentang adanya perayaan hari kasih sayang dari sebuah majalah remaja, saat masih di usia awal belasan tahun. Waktu itu saya belum memahami maknanya (sampai sekarang pun sebenarnya tidak paham-paham juga, padahal sudah lewat tiga dasawarsa sejak pertama kali mendengarnya, hehe).
Oleh sebab itu, saya memaknainya dengan cara & pemahaman saya saja. Maka saya mencoba menulis kalimat-kalimat pendek, lalu mem-broadcast ke teman-teman di daftar pesan, melalui mesin kecil yang adakalanya membuat saya jadi seperti babi karena mesin itu memaksa saya (hehehe..., yang salah mesinnya 'kan? hehe lagi...) sering menunduk.
Kalimat-kalimat tersebut saya kutip sendiri di sini:
"Happy free to hands... ({}). Kasih sayang untuk siapa saja, kasih sayang sepanjang masa... Kasih sayang tak lekang oleh jarak, waktu dan dimensi... ({}) "
by Rinny for her own-blog: http://perempuan-berbisik.blogspot.com/
No comments:
Post a Comment