*by RinnyS*
*** *** ***
Ini memang judul salah satu lagu dari Bimbo yang pernah popular puluhan tahun lalu. Masih ingat kelompok vokal legendaris ini, kan? Makna lagunya tetap menyentuh bagi saya. Apakah Anda juga?
Mari sejenak kita refresh liriknya yuuuk...
____________________
Bimbo - Jumpa Untuk Berpisah
Walaupun...
Terlalu indah bila dilukiskan
Dengan kata...
Untuk kujadikan sebuah syair...
Tetapi...
Terlalu pahit untuk dikenang
Kenanganku...
Yang pernah kualami bersamamu
Reff:
Jangan kau harapkan
Ku akan mencari gantimu
Kini kupergi
Mencari diriku sendiri...
Mengapa...
Waktu itu kita harus berjumpa
Ooh, mengapa...
Kini kita harus berpisah lagi...
____________________
Dalam ruang dan waktu di kehidupan kita, ada perjumpaan ada perpisahan. Keduanya seiring sejalan. Sebagaimana ada kelahiran ada kematian. Kita manusia tidak punya kuasa untuk hanya memilih salah satunya. Kendati kehendak bebas dalam menentukan pilihan, adalah bagian dari karunia alami manusia yang terberi.
Seorang kolega, sahabat, saudara saya yang luar biasa, Psikolog Josephine Ratna mengatakan, dalam keadaan apapun 'be resilient'. Ya, tetaplah kuat dan tabah, karena inilah kunci manusia menghadapi dua arus gelombang tersebut. Terutama saat-saat duka lara menghampiri kita. Dilengkapi pernyataan kolega, sahabat dan saudara saya yang tak kalah hebat, Psikolog Rahajeng Ika mengatakan, selain pertimbangan-pertimbangan dalam menjalani hidup, keyakinan dan kepercayaan kita akan mengarahkan kita pada tujuan. Seirama dengan dua koleganya, sahabat dan saudara saya yang juga hebat, Psikolog Fazlun Reza berkata yakin, baik-buruk, siap-tidak siap, kita harus selalu sedia menyikapi dengan 'pas' (proposional). Semuanya akan berakhir indah.
Terimakasih saudara-saudaraku, karena pernyataan-pernyataan kalian telah mencerahkan khasanahku. Semua itu kini menjadi bagian dari referensi yang tertulis di coretan ini. Saya menuliskan bagi kita semua menuruti panggilan hati untuk berbagi. Siapa bilang teori-teori hanya datang dari buku teks berbahasa asing? Siapa bilang juga bukan kategori ilmiah berdasarkan pengalaman empirik dan yang implementatif? Buktinya, kata-kata para sahabat saya itu terbungkus dalam konteks menolong, memperhatikan dan menguatkan saudaranya. Berasal dari kondisi riil, pengamatan dan analisis, juga tersimpul melalui eksperimen longitudinal dalam hidup yang dialami.
Sesungguhnya, ada apa dibalik 'Jumpa Untuk Berpisah'? Hingga terbahas sedemikian rupa? Jawabannya sederhana tapi mendalam. Yakni persoalan hidup yang mengguncang emosi, oleh perpisahan akibat perjumpaan. Perpisahan adalah kematian yang tak perlu terlalu ditangisi. Kenanglah proses di antara keduanya; di tengah-tengah antara saat jumpa dan saat pisah. Betapa indah semua itu, tidak ada yang salah, bahkan jika menyakitkan teramat sangat. Sebab meski pahit, kenangan tetap banyak bagusnya bagi kematangan dan pengembangan diri manusia. Semua itu sudah.
___________
RS @ OwnBlog http://suara-hati-rinny.blogspot.com/
No comments:
Post a Comment