*by RinnyS*
*** *** ***
Bertahun-tahun pisah, suatu waktu saya berjumpa lagi dengan seorang teman lama. Saat itu kata-kata pembuka yang ia ucapkan, "Ya ampun, kamu gemuk sekali sekarang."
Tentu saja saya tersentak, pipi rasanya panas. Karena saya memang gemuk sekali ketika itu. Sebelas kilo lebih berat dari sebelumnya. Tapi orang-orang yang selama itu sering saya tanyakan, selalu berkata bahwa saya 'tidak gemuk'.
Respons sebagian besar orang, tidak mengubah apapun pada diri saya. Bahkan memacu keinginan besar saya untuk mengasup berbagai jenis makanan, malas bergerak dan tidak memvisualisasi 'body shape'. Sebaliknya, jeritan spontan sang teman lama, menyulap saya langsing kembali hanya dalam waktu dua bulan.
Dictionary online meng-entri 'jujur' sebagai bagian dari 'kejujuran', dengan kata 'hon·es·ty' [on-uh-stee]. Maknanya dijabarkan sebagai: kebenaran, ketulusan, atau berkata jujur, bebas dari penipuan.
Dalam Wikipedia, 'kejujuran' (honesty) mengacu pada karakter moral dan yang menunjukkan nilai positif; atribusi dari berbudi luhur seperti integritas, kejujuran, dan keterus-terangan, yang dipadankan dengan tidak berbohong, tidak curang, atau tidak ada pencurian.
Saat ini sedikit sekali tempat bagi kejujuran, kian tergeser. Bahkan kejujuran dan kebenaran lebih sering mendapatkan hukuman berkali-kali lipat.
Akan tetapi, sesempit apapun ruang bagi kejujuran dan kebenaran, hasil akhirnya pasti dahsyat berartus-juta kali melebihi yang dihasilkan kebohongan, kecurangan dan penipuan. Sebab yang terakhir itu hanya menciptakan iri, dengki, amarah, keserakahan dan sebagainya.
___________
RS @ OwnBlog http://suara-hati-rinny.blogspot.com/
No comments:
Post a Comment