Tuesday, November 8, 2011

#130 - Konsisten (Jilid 3)

Ada banyak orang yang bermain cantik dengan topeng-topengnya. Peran protagonis di atas pentas kehidupan mewarnai hari-harinya.
Betapa anggun tak bercacat, bagaikan malaikat berkilau dalam terpaan terang dengan filter cahaya yang rapat.
Seolah-olah selalu benar tak pernah keliru tak pernah salah.

Konsisten memilih topeng, mengenakannya, dan bermain. Konsisten di pentas sosial, termasuk meniscaya peran lain yang tak se-protagonis dirinya.
Eeeehhh... Maaf, bisa saja itu juga saya.

Sampai kapan kita bisa konsisten dengan topeng-topeng itu?
Saat remang dan gelap merambat turun, seperti apa wajah kita tanpa topeng?
Jangan-jangan seprei, bantal dan guling kita pun muak melihat raut asli tanpa topeng. Raut bengis antagonis yang tak sama sekali mewakili seluruh topeng hipokrisi itu?

Sampai kapan mampu konsisten melapisi yang tidak konsisten?

by Rinny Soegiyoharto @RinnyLaPrincesa
http://suara-hati-rinny.blogspot.com/

•••
best regards,
Rinny Soegiyoharto
•••

No comments:

Post a Comment