Rinny Soegiyoharto
Saat ini, semua hal "diperkata-katakan", baik dengan bahasa verbal, bahasa simbol, bahasa gambar, bahasa angka, dan sebagainya.
Berbagai 'gadget', media visual, media maya, media sosial, atau apapun itu mengakomodasi kata-kata verbal, simbol, gambar, dan sebagainya tadi.
Dari sana muncul perilaku-perilaku baru yang tentu saja didorong oleh intensi dan sikap. Banyak kata-kata yang disukai dan kemudian diulang-ulang atau diduplikasi hingga tak terhitung banyaknya. Suka atau menyukai itu merupakan unjuk sikap. Akan tetapi intensi atau niat tentu saja beragam. Selain individual dan primordialis, juga kontekstual.
Bagi yang peka mengamati perilaku melalui kata-kata dengan berbagai implementasinya, tentu mampu menangkap intensi. Pada gilirannya semakin memperkaya kesimpulan-kesimpulan objektif.
Studi yang menarik, terutama dalam menguji hipotesis-hipotesis terkait suatu mahzab yang kini makin di-empirik-kan. Antara lain mengenai keutamaan suara hati. Tentang kadar 'pelibatan rasa' manusia dengan kata-kata yang digulirkannya. Perasaan yang diwakili oleh pilihan-pilihan kata, baik yang disampaikan melalui pikiran sendiri maupun mengulang dari yang lain.
Tampaknya topik ini bisa diangkat dalam diskusi ilmiah.
*Persiapan materi*
Kutipan:
"Sebuah cermin akan selalu memantulkan benda yang ada di hadapannya, bukan di belakangnya".
sincerelly yours,
rinny soegiyoharto
Powered by Telkomsel BlackBerry®
No comments:
Post a Comment