Monday, August 12, 2013

#204 - Tentang Teori (Ulasan Awal)

Rinny Soegiyoharto

Mengapa ada begitu banyak teori?
Satu sempalan kecil bidang ilmu saja memiliki bergudang-gudang teori mengenai konsentrasinya. Satu teori dikembangkan dari teori sebelumnya, ataupun mengkontras alih-alih mematahkan teori yang sudah pernah ada.
Begitu seterusnya.
Sehingga ketika orang-orang berdiskusi, bahkan berdebat, dengan pijakan teori yang berbeda, maka hasilnya pun tak jauh-jauh dari saling bertahan, saling melawan, demikian pula saling kompromi. Saat terjadi konsolidasi, mungkin banyak kompromi di sana, tetapi juga tak sedikit yang menuai ke-tidak-puasan.

Suatu teori tidak 'ujug-ujug' ada dan kemudian menjelaskan fenomena-fenomena. Justru teori merupakan rangkuman (ilmiah ataupun tidak, tergantung sudut pandang dan format yang disepakati) dari fenomena-fenomena yang terjadi dan diteliti dengan berbagai metode.
Teori dapat menjadi sebuah 'hukum' apabila kondisi itu absolut, misalnya saja Hukum Kekekalan Energi.
Kebanyakan teori hanya menjelaskan sebagian dari fenomena yang utuh, hingga teori-teori dapat saling membangun untuk menjelaskan suatu fenomena. Termasuk teori mengenai perilaku yang merupakan ranah Psikologi.

Ini hanya pendapat saya saja, dalam rangka mempelajari berbagai teori yang ada sebagai rujukan terhadap fenomena perilaku manusia yang makin berkembang seiring perkembangan budaya, adab dan zaman.

Akan tetapi, saya meyakini suatu teori yang menjadi hukum paling dasar menurut saya.
Ada tertulis, "Yang sekarang ada dahulu sudah ada, dan yang akan datang pun sekarang sudah ada."
Itulah Alfa dan Omega. Suatu proses transformasi yang sangat transendental. Melibatkan Spirit (Roh), Soul (Jiwa-Rasa), Mind (Mental-Pikiran) dan Body (Tubuh).

Sampai di sini dulu.

-RS-082013

sincerelly yours,
rinny soegiyoharto

Powered by Telkomsel BlackBerry®

No comments:

Post a Comment