Sunday, March 15, 2020

#241 - STRES KARENA KORONA?


#stres #covid19 
#PendekatanPsikologik

Cemas? Tegang? Panik? Khawatir? Takut? Itu artinya anda stres. Menurut Professor Johana E Prawitasari Johana EP Hadiyono, stres merupakan kondisi yang menekan seseorang, yang pada satu orang berbeda dengan orang yang lain. Daya tahan manusia menghadapi stres juga berbeda-beda, namun setiap orang pasti mengalami stres. (Prawitasari, 1993). 

Peristiwa yang kita hadapi sehari-hari pun merupakan #stressor (sumber stres) yang memunculkan stres dan perlu dikelola, apalagi ketika ada peristiwa tidak biasa seperti pandemi. 

Dalam kondisi stres, sistem kekebalan tubuh kita berkurang, hingga rentan terinveksi virus, bakteri, bahkan sel kanker. 
Dalam penelitian mereka, Kiecolt-Glaser et al (1984) menyimpulkan: 
"Stress reduced the effectiveness of the immune system." -- stres mengurangi efektivitas sistem kekebalan tubuh manusia. 

Menghadapi rebaknya pandemi covid-19, ahli medik menghimbau kita memelihara efektivitas sistem imun agar dapat memerisai penyebaran virus tersebut. 
Salah satunya, kelola stres. 

Mengelola stres adalah mengelola perasaan atau emosi, yang berhubungan dengan kejernihan berpikir. Cara #mengelola stres yang relatif mudah dan dapat kita lakukan seketika yakni, atur napas. Jangan lupa bernapas, agar asupan oksigen ke otak tidak terhambat. Teknik pernapasan adalah bagian dari stabilisasi emosi, yang dapat mengurangi tingkat stres. 

Setidaknya ada dua teknik pernapasan yang cukup efektif mengurangi ketegangan perasaan. Silakan mempraktikkan dua teknik pernapasan ini. 

1. Teknik Pernapasan Perut Sederhana
Panduan:
Tarik napas melalui hidung sedalam mungkin, simpan udara di rongga perut (bukan dada). Indikator gerakan yang benar apabila saat menarik napas perut kita mengembung, dada kita relatif tidak bergerak. Tahan lima hitungan. Lalu hembuskan udara perlahan-lahan melalui mulut dengan berdesis, hingga habis. Ulangi tarik-hembus ini beberapa kali, atau total waktu 5 hingga 10 menit. 

2. Bernapas Dengan Pikiran Fokus
Panduan: 
Usahakan berada di tempat yang udaranya relatif kurang polusi. Lakukan teknik pernapasan perut sederhana sambil memejamkan mata, membayangkan bahwa udara yang dihela adalah udara sehat, segar dan memiliki daya membersihkan tubuh kita. Pada saat menghembuskan napas bayangkan kita sedang menghembuskan pikiran-pikiran buruk dan yang tidak sehat. Ulangi beberapa kali selama 5 hingga 10 menit. 

Ingat, pikiran kita memiliki kekuatan mengarahkan perilaku kita. Mengelola stres dengan cara sederhana di atas, hanya membutuhkan materi udara, pikiran dan tubuh kita. 

Selamat mengelola diri, mengatur pikiran dan mengembangkan kepedulian sosial sebesar-besarnya.

"Fear may come true that which one is afraid of." ~ Viktor E. Frankl. 

Dikemas dalam tulisan ini oleh,
#RinnySoegiyoharto 
#Psikolog 
#15032020 
#sedangantredisupermarket #padahalcumabelirotidanpisang #secukupnya

No comments:

Post a Comment