Tuesday, March 10, 2009

Perempuan Bicara 18: Ringan

-----------------------------------------------------------------------------------
Mungkin pada 16 Nopember 2004 itu, saya sedang mencoba menghibur diri sendiri, mencoba tergelak dengan kisah-kisah ringan sehari-hari yang kutulis seperti di bawah ini:


Teman saya sangat getol berpuasa. Niat dan tujuannya bermacam-macam. Bahkan ia juga terima order puasa untuk kerabat dan teman yang memerlukan. Adakalanya ia ceritakan tentang niatnya kepada orang-orang di sekitar. Suatu hari teman ini melapor kepada seorang teman di kantor. Rupanya si teman sedang order puasa.
“Hai, hari ini saya puasa untuk kesembuhan Ayah kamu, semoga dikabulkan ya,” kata teman yang berpuasa ini kepada temannya.
Teman yang order terperanjat dan berseru, “Eh, yang sakit Ibu saya. Kalau Ayah saya kan sudah meninggal 2 tahun yang lalu…” Olala…


Semasa mahasiswa saya agak senewen jika sedang banyak tugas. Karena itu kadang-kadang keliru saat merespons informasi. Saya masih ingat betul peristiwa duapuluhan tahun lalu. Ketika itu ada satu mata kuliah dimana saya harus mengumpulkan data tentang anak-anak dengan kriteria khusus. Sulit memperoleh klien anak-anak bagi saya ketika itu. Teman yang baik bersedia membantu. Ia mengatakan bahwa sore ini seorang anak akan datang ke kampus menemui saya diantar oleh tantenya. Antusias saya merespons, “Oh thank’s. Tantenya perempuan atau laki-laki?”


Lola bercerita tentang kegusarannya telah membeli ikan asin dengan harga yang cukup mahal sewaktu di Filipina. Ternyata di PRJ harga ikan asin yang sama persis cuma sepersepuluh dari harga itu. Rara menyahut dengan mimik serius dan respons empatik, mungkin yang di Filipina ikannya hidup.

No comments:

Post a Comment