by @RinnyLaPrincesa
Mengapa kau harus berpura-pura tak paham?
Jika nyatanya memang kelam untuk sisiku?
Mengapa kau pikir aku tak paham
pada segala yang bisa kulihat, kutanya, kuraba, kurasa?
Meski tak berjawab yang kau kirimkan...
Mengapa kau pikir hanya dirimu paling perlu?
Hingga perluku tak kau hirau, hingga sesakku hiasan belaka.
Apakah bagimu aku tak punya hati?
Apakah bagimu aku sekadar malam cair?
Apakah bagimu aku tak lebih berharga dari sepotong bangket?
Kau tak nilai makna ujarku, dalam lisan dan huruf,
Tapi tutur lisanku, diksi tulisanku, adalah jiwa yang sama.
Kau boleh bunuh semuanya, tapi tidak olah-pikirku.
Kau boleh ambrukkan struktur mentalku, tapi tidak struktur logikku.
Mari sudahi pertandingan ini, karena aku sendirian.
Bukannya kutakut pada bala pasukanmu,
Tapi cukup satu, cukup kau saja,
Aku telanjur mengenal pola yang kalian bangun.
Cukup.
•••
best regards,
Rinny Soegiyoharto
•••
No comments:
Post a Comment