Sunday, October 16, 2011

#121 - Kasihan kau, nak

by @RinnyLaPrincesa

Kasihan kau, nak
Segarnya pancuran
Wanginya buih sampo
Hangatnya berkas surya
Renyahnya biskuit sepiring
Dan mimpimu pada tongkat tulang
yang sebentar lagi akan kau kejar
lalu kau tangkap
lalu kau hantarkan kembali
dan seterusnya hingga energimu habis
hingga makan malam lezatmu ludes
hingga potongan favoritmu kau benam di tempat rahasiamu
tinggal mimpi penghias tidurmu

Semoga kau tak rindu terlalu lama pada sahabatmu
yang membuatmu ceria dengan salakan dan lompatan
yang kau beri porsi makan malammu untuknya
semoga kau tak rindu terlalu lama

Sayang sekali,
cinta kami padamu yang telanjur paham
pada karakter unikmu
yang selalu ringan kau mengerti
sampai-sampai kau longokkan selalu seluruh tubuhmu
saat kupulang dari penatku juga yang lain
Sayang sekali,
cinta kami padamu tak mudah dipahami,
bahkan dianggap keliru dan tak cinta
Sayang sekali

Tapi kuyakin kau sangat paham,
karena karakter unikmu tak kan mudah dipahami
catatan kami terlalu lengkap tentangmu
hingga kau mudah mengikuti seluruh kelas belajarmu
Memahamimu adalah bagian dari cinta kami
yang tulus dan ikhlas merawatmu dengan keunikanmu
Dan kau pun mencintai kami dengan caramu dan kegilaanmu
Will miss you

Maafkan melepaskanmu dan tak ingin lagi mengalami
reaksi-reaksi berlebihan yang makin memperlihatkan
tak pahamnya mereka padamu
juga pada cinta yang kita bangun dalam unikmu

Berbahagialah
Kau tetap di hati

•••
best regards,
Rinny Soegiyoharto
•••

No comments:

Post a Comment